LANGKAH-LANGKAH PENDIRIAN DAN PENGELOLAAN TK-TPA
SEBUAH TINJAUAN PRAKTIS
Oleh
Dra. Sunarsih
A. Latar belakang
TK-TPA : Kemauan siapa ?
1. Da’i.
2. Masyarakat.
3. Sekolah.
4. Organisasi.
5. Person
Penjelasan :
1. Jika da’i sendiri yang mau, maka langkah awalnya sbb :
a. Mulailah dari keluarga: anak-anak, kemenakan, adik dll, usahakan paling sedikit 5 anak. Kemudian dikelola sebagaimana sistem TK-TPA .
b. Buat target-target yang akan dituju
2. Jika masyarakat, yang menghendaki , maka :
a. Tawarkan persyaratan-persyaratan (pengelolaan yang Anda miliki) dll, tidak bertentangan dengan Syar’i.
b. Gerakkan dan libatkan tokoh-tokoh masyarakat.
c. Siapkan sarana dan prasarana yang memadai.
d. Ajaklah masyarakat bermusyawarah dan bentuklah secara formal, hubungilah instansi terkait ( Imam desa, KUA, DEPAG, LP3Q DPP, dll ).
3. Sekolah.
a. Hubungilah guru-guru dan ajaklah kerjasama.
b. Mintalah fasilitas yang bisa dimanfaatkan.
c. Pilihlah metode yang sesuai.
d. Bentuklah secara formal.
4. Organisasi
a. Konsultasikan dulu dengan Pimpinan organisasi ( atasan ) minta pendapat dan pertimbangannya.
b. Berilah batasan sejauh mana bentuk kerjasama agar tidak terjadi tumpang tindih ( tabrakan) jadwal, komando, dan tujuan.
B. Perhatikan Sikon ( Situasi dan kondisi ).
1. Kuasai medan dakwah..
a. Daerah perkotaan.
- Pendidikan yang tinggi.
- Pegawai, pedagang, buruh , swasta.
- Fasilitasserba ada, ; media elektronik, a tau cetak.
- Berpengaruh terhadap akhlak; kasar, keras, suka membangkang, cepat pasrah/ menyerah.
b. Daerah pedesaan.
- Pendidikan yang rendah.
- Tani, peternak.
- Pekebun, nelayan.
- Fasilitas serba kurang.
- Berpengaruh terhadap akhlak; lembut, penurut, hormat dll.
Oleh karena itu, seorang Da’i harus pandai menempatkan dirinya, sekaligus mampu mencari solusi yang tepat dan cepat terhadap semua persoalan yang muncul.
2. Kuasai cara-cara pengelolaannya/ pendirian TK-TPA.
a. Bekalilah diri Anda dengan pengetahuan khusus ( Keahlian ) tentang TK-TPA. Misalnya kursus 1 bulan atau magang atau PPL ke TK-TPA yang sudah mapan, maju; studi banding tentang administrasi, aktivitas, pengelolaan dll.
b. Datalah santri yang ada ( minimal 10 santri ).
c. Carilah tenaga Pengajar ( dari elemen masyarakat yang mendukung ). Bentuklah kepengurusan, bekali mereka dengan pelatihan ( penataran ) ustadz/ah. Hubungi Tim Penatar LP3Q DPP atau Lembaga sejenisnya.
d. Setelah berjalan beberapa saat dan dipandang sudah layak diresmikan, maka kita buatkan acara peresmian ( bisa dirangkaikan dengan penamatan yang pertama / demo kemampuan santri) dan mengundang tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat setempat.
e. Bimbinglah dan arahkan menurut jalurnya masing-masing :
- Santri belajar sesuai dengan program, kurikulum; harian, pekanan, semester.
- Ustadz/ah atau pengerus, jalinlah kerjasama yang harmonis, rapat harian rutin, pendalaman materi klasikal/ privat, kajian Islam Intensif.
- Masyarakat/ orangtua santri :
i. Adakan pengajian POS ( persatuan orangtua santri )/ majlis taklim umum sekali sebulan.
ii. Bina kerjasama yang baik. Misalnya dengan pelayanan baca tulis Al Qur'an bagi orang dewasa ( Dirosa ).
iii. Tingkatkan silaturrohmi dengan orangtua santri atau anggota majlis taklim.
f. Tingkatkan dan galilah sumber dana, dengan cara :
i. Cari donatur tetap/ tidak tetap.
ii. SPP santri ( bisa beras, kelapa, coklat, jagung dll, nanti diuangkan.)
iii. Infaq harian santri/ orangtua santri.
iv. Depot TK-TPA.
v. Usaha-usaha lain ; kalender, stiker, baju seragam santri, bikin buku santri dll.
vi. Untuk perkotaan; libatkan para Pembina dalam Les privat baca tulis Al Qur'an dan sebagian uang tranfortnya disisihkan untuk TK-TPA.
g. Berilah tunjangan/ santunan kepada para Pembina menurut kadar kemampuan keuangan TK-TPA.
Selamat berjuang dan selamat mencoba
Jangan cepat putus asa dan menyerah
Insya Alloh akan berhasil
Tetapi harus bersabar
Langkah-langkah Mendirikan TK-TPA
Manajemen dan Administrasi TK-TPA
Manajemen dan Administrasi TK-TPA
Oleh
Komari, S.Pd
A. Cakupan Bahasan
• Pendirian TK-TPA
• Struktur Organisasi
• Dana dan biaya
• Tata tertib Ustadz/ah
• Tata tertib Santri
• Penerimaan Santri Baru
• Sarana prasarana
• Administrasi Praktis.
B. Pendirian TK-TPA
Syarat pendirian
• Ada tempat belajar
• Ada Guru
• Ada Santri
Syarat Tambahan :
• Dana awal = sumber biaya.
• Ada lembaga pengelola
• Ada pemrakarsa
C. Langkah Pendirian TK-TPA
• Pembelajaran bisa dimulai, bila syarat-syarat di atas telah dipenuhi.
• Sosialisasi ke masyarakat
• Publikasi
• omunikasi ke tokoh
• Kirim surat ke aparat
• Peresmian
D. Struktur Organisasi TK-TPA
• Kepala TK-TPA
• Sekretaris
• Bendahara
• Wali Kelas
• Ustadz/ah
E. Dana dan Biaya
• Uang Pangkal
• Infaq bulanan
• Donatur
• Dewan Penyantun yang terstruktur sebagai penyokong dana
F. Tata Tertib Ustadz-Ustadzah
• Berpakaian muslim-muslimah
• Datang 10 menit sebelum jam masuk
• Laksanakan tugas dengan penuh ikhlas, kesadaran dan tanggung jawab
• Melaksanakan evaluasi
G. Tata Tertib Santri
• Pakaian seragam
• Datang 10 menit sebelum jam belajar
• Selama jam belajar, harus berada dalam lingkungan TK-TPA, kecuali izin dari Ustadz/ah
• Selalu menjaga kebersihan.
• Dilarang memakai perhiasan
• Membawa perlengkapan belajar
• Melunasi infaq bulanan dan pembayaran lainnya.
H. Penerimaan Santri Baru
• sebarkan brosur penerimaan santri baru
• pasang spanduk penerimaan santri baru
• siapkan formulir pendaftaran dan perlengkapan santri: buku iqra, kartu prestasi, kartu SPP, kartu prestasi hafalan, buku Rapor, alat tulis menulis dan baju seragam santri.
• Orangtua mengantar sendiri anaknya di hari pertama dan menyerahkan langsung kepada Ustadz/ah.
I. Sarana Dan Fasilitas
• Ruang belajar
• Meubelair : Meja kursi, bangku belajar, papan tulis, lemari, box dan lain-lain.
• Buku-buku :
• Blangko-blangko dan kartu :
• Alat Peraga :
• Alat BCM
J. Buku-buku
• Kemuridan
• Kurikulum
• Keuangan
• Pelengkap.
K. Blangko dan kartu-kartu
• Blangko kenaikan jilid
• Blangko ijazah
• Formulir pendaftaran
• Kartu Prestasi santri
• Kartu Infaq santri
L. Alat Peraga
• Poster-poster
• Huruf Hijaiyyah
• Aneka Puzzle huruf Hijaiyyah
M. Alat BCM
• Puzzle-puzzle
• Ular tangga Islam
• Nasyid-nasyid
• Buku-buku cerita Islami
Materi B3 : Bermain Bercerita dan Bernasyid
METODE PENGAJARAN B3 (BERMAIN, BERCERITA DAN BERNASYID)
DI TKA-TPA
Oleh : Dra. Sunarsih
(Praktisi TKA-TPA dan Penulis Buku-buku TKA-TPA)
A. Gambaran Umum tentang B3.
1. Latar Belakang B3.
- Munculnya gerakan TK-TPA pertama kali di AMM Yogyakarta. Kemudian gerakan ini menyebar ke seluruh pelosok Indonesia.
- Konsep dasar TK-TPA.
Taman : sesuatu yang indah, rapi, bersih, nyaman, dan menyenangkan. Determinasi pendidikan : Dasar, tujuan, pengajaran, administrasi, alat/ fasilitas.
2. B3 sangat dominan di TK-TPA, untuk memaksimalkan pencapaian tujuan kurikulum. Motto : Membentuk generasi Qur’ani menyongsong masa depan Gemilang.
3. Kapan B3 diterapkan ?
- saat privat atau klasikal.
- di ruangan atau di alam terbuka.
- untuk santri anak-anak atau santri dewasa.
B. Fungsi B3 secara umum.
1. Menarik perhatian santri.
2. meresapkan makna pelajaran
3. Membantu menghafal pelajaran dan bersosialisasi.
4. Membangkitkan emosi dan perasaan.
5. Mendorong pelaksanaan.
6. Memperkokoh ingatan.
7. Alat evaluasi.
8. Melatih berbahasa, ketrampilan dan kecakapan.
9. Menciptakan suasana yang agamis.
10. Menggiring kepada sikap taqwa ( patuh pada peraturan ).
C. Syarat B3 yang sesuai di TK-TPA.
1. Sesuai dengan kesenangan anak.
2. Sesuai dengan kebutuhan belajar.
3. Melibatkan beberapa / semua santri.
4. Berisi nilsi-nilsi kreatifitas dan kecerdasan berfikir.
5. Berisi nilai-nilai Islami ( Al Qur'an, As-Sunnah, buku-buku dan kisah-kisah ).
D. Bermain.
1. Bermain artinya melakukan sesuatu kegiatan untuk bersenang-senang.
2. Bermain termasuk kegiatan rekreasi yang berarti mencipta kembali kesegaran jasmani dan rohani, dari rasa letih; sebagai akibat aktifitas rutin.
3. Syarat-syarat permainan yang baik :
- Mudah dibongkar pasang.
- Dapat mengembang daya fantasi.
- Tidak berbahaya bagi fisik dan jiwa santri.
- Bersifat mendidik dan Islamy.
E. Bercerita
1. Cerita adalah bentangan tuturan yang menggambarkan bagaimana terrjadinya suatu hal, peristiwa dan lain-lain. Sedangkan menurut Al Qur'an sama dengan kisah-kisah ( QS. Al Qoshosh : 28 ).
2. Cara menyusun cerita yang baik.
a. pilih dan kuasai materi
b. Siapkan sumber-sumber yang ada
c. Libatkan tokoh-tokohnya
d. Susun intonasi yang sesuai dengan tokoh.
e. Susun secara sistematis: pembukaan, perkembangan, klimak dan penyelesaian.
3. Bentuk- bentuk cerita, ada 3 yaitu :
a. Cerita biasa ( tanpa alat )
b. Cerita slide
c. Cerita bergambar.
F. Bernasyid
1. Nasyid berasal dari kata النسيدة yang artinya nyanyian., lagu atau tarik suara. Nasyid adalah suatu bentuk ungkapan pikiran atau perasaan melalui nada kata, berwawasan cita rasa keindahan dan estetika.
2. Cara mengajarkan nasyid.
a. pilihkan lagu yang cocok dengan pokok bahasan ( kurikulum dan situasi kondisi ).
b. Guru menyajikan lagu minimal tiga kali, baris ke baris kemudian ke bait.
c. Guru bersama-sama menyanyikan lagu tersebut berulang-ulang.
d. Santri dibagi beberapa kelompok dan setiap kelompok menyanyikan lagu secara bergiliran.
e. Lagu tersebut dinyanyikan oleh kelompok yang lebih kecil.
f. Pilihlah beberapa santri untuk menyanyikan lagu satu per satu.
g. Menyanyikan lagu secara bersama-sama.
3. Contoh-contoh B3.
a. bermain tutup mata.
b. Rukun Islam – rukun Iman.
c. Tepuk Islam.
d. Nama-nama surah.
Ringkasan Kurikulum TKA-TPA Wahdah Islamiyah 2009
PANDUAN KURIKULUM TK - TPA TAHUN 2009
Standar LP3Q Wahdah Islamiyah
Oleh: Komari, S.Pd
(Ketua LP3Q DPP Wahdah Islamiyah)
Rujukan utama
Mengapa buku itu dipakai rujukan ?
Meniru, mencontoh, mengikuti jalan orang yang telah “berhasil “mengkawal pengajaran Al Qur’an adalah jauh lebih mudah daripada harus mencari-cari sendiri format yang Ideal dan bagus, yang belum tentu berhasil
KENAPA KITA HARUS BELAJAR KURIKULUM ?
Apakah tidak cukup yang penting mengaji
Kenapa kita harus susah-susah,yang kurikulum segala !
Orang mau mengajar di TK-TPA saja sudah untung
Apatah lagi, berapa sih besarnya gaji mengajar di TK-TPA ? Mana lebih besar dengan gaji PNS, Pegawai swasta atau pegawai Bank ?
Jawabnya :
Mengajar di TK-TPA adalah :
- Ibadah
- Pengabdian
- Perjuangan
- Berdakwah
Penghargaan dari manusia itu perlu, tapi jika tidak ada cukuplah Alloh swt.dengan Surga-Nya sebagai balasan kita
Kurikulum sangat perlu dipelajari, dipahami dan diterapkan di TK-TPA
Karena :
1. Dalam dakwah, tidak boleh dikerjakan ala kadarnya, asal-asalan; yang penting jalan
2. Alloh swt mencintai orang yang berjuang di jalan-Nya seperti bangunan yang kokoh
3. Kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir dengan baik
APA CAKUPAN KURIKULUM TK-TPA 2009 DALAM PENATARAN INI ?
1. Tujuan TK-TPA
2. Pengelolaan Pengajaran TK-TPA
3. Langkah-langkah Persiapan dan Pelaksanaan KBM
4. Kalender Pendidikan
5. Evaluasi
Tujuan TK-TPA / Visi TK-TPA
Tercermin dalam motto “ Menyiapkan generasi Qur’ani menyongsong masa depan gemilang”
Generasi Qur’ani adalah
generasi yang beriman dan bertaqwa,
yang menjadikan Al qur’an sebagai bacaan utama dan pedoman hidupnya,
Yang berakhlaq mulia, cerdas, terampil, shat, punya rasa tanggung jawab moral dan sosial,
yang mampu menerjemahkan pesan-pesan Al qur’an dalam pentas kehidupan masa kini,
dalam rangka mengembangkan misi “ rahmatan lil’alamin”, di tengah-tengah kemajuan teknologi.
Tujuan Pengajaran TKA.
Santri diharapkan dapat :
Mengagumi dan mencintai Al Qur'an sebagai bacaan istimewa dan utama.
Membaca Al Qur'an dengan lancar dan menjadi kebiasaan sehari-hari yang disenangi.
Mengerjakan sholat 5 waktu dengan cara yang benar.
Menguasai hafalan sejumlah
Berprilaku baik sesuai dengan tuntunan Islam.
Menguasai dasar-dasar kaidah penulisan huruf Arab yang benar.
Tujuan Pengajaran TPA
Santri diharapkan dapat :
- Mengagumi dan mencintai Al Qur'an sebagai bacaan istimewa dan utama.
Membaca Al Qur'an dengan lancar dan fasih serta memahami hukum-hukum bacaan berdasarkan Ilmu Tajwid.
Mengerjakan sholat 5 waktu dengan tata cara yang benar dan menyadarinya sebagai kewajiban sehari-hari.
Hafal sejumlah
Berprilaku sosial yang baik sesuai dengan tuntunan Islam dan pengamalan pendidikannya.
Menulis huruf Arab dengan baik dan benar.
PERBEDAAN SANTRI TKA DAN TPA
Santri TKA adalah anak berusia 4-6 tahun.
Santri TPA adalah anak berusia 7-12 tahun.
Apa sebabnya santri-santri ini dibedakan ?
Sebab : adanya perbedaan fisik dan psikis sehingga daya nalar dan daya serap terhadap pelajaran berbeda.
Pengelolaan Pengajaran TK-TPA.
GBPP TKA terpisah dari GBPP TPA walaupun be rada dalam satu unit lembaga dan bukan merupakan penjenjangan.
TKA terbagi dalam Paket A dan Paket B. Begitu juga dengan TPA. Tia-tiap paket terdiri dari materi pokok dan materi penunjang.
Masa belajar tiap paket adalah 1 tahun, jadi lama belajar TKA adalah 2 tahun, begitu juga dengan TPA. Tiap paket terbagi dalam 2 semester.
Alokasi waktu KBM harian sbb :
- TKA : 5-6 kali masuk belajar tiap pekan.
- TPA : 3-4 atau 5-6 kali masuk belajar tiap pekan.
- Jam efektif belajar adalah 90 menit bagi yang 5-6 kali belajar ; dan 120 menit bagi yang 3-4 kali belajar
| TKA PAKET A | TKA PAKET B. |
| Materi pokok : Bacaan Iqro’ Hafalan bacaan sholat Hafalan 9 Latihan praktik sholat Materi Penunjang : Do’a dan adab harian : 12 do’a dan adab Tahsinul kitabah | Materi pokok : Tadarrus Al Qur'an Hafalan bacaan sholat Hafalan 4 Amalan ibadah sholat Materi Penunjang : 12 Do’a dan adab harian. Tahsinul kitabah. |
| TPA PAKET A | TPA PAKET B. |
| Materi pokok : Bacaan Iqro’ Hafalan bacaan sholat Hafalan 22 Latihan praktik sholat Materi Penunjang : Do’a dan adab harian : 22 do’a dan adab Tahsinul kitabah | Materi pokok : Tadarrus Al Qur'an Ilmu Tajwid Hafalan ayat pilihan Amalan ibadah sholat Materi Penunjang : Dinul Islam Tahsinul kitabah Muatan lokal |
PENGEMBANGAN
TPA paket B
11-12 TAHUN
Apa landasan pengembangan ini ?
Perda No.4 Tahun 2006 tentang Pengajaran Al Qur’an pada siswa SD/MI – SMP/MTs di Sulawesi Selatan
Sebagian besar santri TK-TPA adalah siswa SD/MI
Diharapkan program TK-TPA bisa seiring dengan Perda No.4 Th. 2006 ini
TARGET KURIKULUM
BTA SD/MI (h.v)
1. Mampu baca Al Qur’an sesuai kaidah tajwid praktis
2.Mampu menulis lafadz-lafadz Al Qur’an
3. Hafal Juz 30 / juz ‘Amma.
Buku-buku Pendukung
TK-TP Al Qur’an
Materi Hafalan Santri dan Terjemahannya
Buku ini merupakan buku wajib bagi santri
Berisi : Do’a harian dan adab, bacaan sholat, surah-surah pendek, ayat-ayat pilihan dan program pengajaran TK-TPA tiap semester
Buku telah diperiksa oleh Ustadz alumni Universitas Islam Madinah Al Munawwarah Arab Saudi jurusan Ilmu Hadits
SERI MUATAN LOKAL TK-TPA
Muatan lokal diajarkan di TPA paket B
Bertujuan memberikan dasar-dasar ilmu keislaman
Pemberian materi ini disesuaikan dengan kemampuan Ustadz/ah
Seri Muatan lokal telah diperiksa pula oleh para Ustadz alumni Universitas Islam Madinah Al Munawwarah Arab Saudi
Akhlak Anak Islam, berisi panduan singkat tentang akhlak harian ( lanjutan adab harian ) yaitu hubungan manusia dengan Alloh swt, Rosululloh saw, Al Qur’an, manusia lain, binatang dan tumbuhan.
AKIDAH ISLAM DAN ULUMUL QUR’AN
Akidah Islam , berisi penjelasan singkat tentang rukun Iman
Ulumul Qur’an, berisi paparan kandungan dan sejarah singkat Al Qur’an
SIROH NABAWI DAN IBADAH PRAKTIS
Siroh Nabawi, berisi sejarah singkat Rasululloh saw mulai lahir sampai Beliau wafat
Ibadah Praktis, berisi penjelasan singkat tentang Thoharoh , sholat, puasa, zakat dan haji
Langkah-langkah Persiapan dan Pelaksanaan KBM.
1. Persiapan KBM
2. Pengelolaan Kelas
3. Kegiatan Pembukaan
4. Kegiatan Inti.
5. Kegiatan Penutup.
Persiapan KBM.
Tertulis: Buku program tahunan, bulanan, pekanan, harian.
Tak tertulis :
- lahiriah/ fisik : penampilan dan pakaian.
- Bathiniah : siap mental hadapi ulah santri, terlebih saat sibuk, lelah. Lapar, ngantuk atau kurang sehat atau pas ada masalah.
Pengelolaan kelas
Pengelolaan kelas adalah pengaturan sebelum kegiatan pembukaan.
Pengaturannya disesuaikan dengan jumlah santri, kondisi dan posisi tempat , sarana yang ada, jadwal kegiatan harian dan lain-lain
Secara umum pengaturannya sbb :
-Tempatnya di masjid : waktu belajar mengiringi waktu sholat berjama’ah.
-Tempatnya rumah/ gedung : santri dibawa ke masjid sebelum / sesudah belajar.
Sebelum masuk ke ruang belajar, dilaksanakan upacara baris-berbaris yang dipimpin oleh Ketua kelas , kemudian masuk ke kelas masing-masing.
Bagi santri TK-TPA dibentuk regu kerja/ piket kebersihan untuk melatih kepemimpinan dan tanggung jawab.
Kegiatan Pembukaan.
Disebut juga klasikal awal, dipimpin oleh seorang guru dan dibantu oleh guru privat yang menenangkan suasana kelas
Waktunya 20-30 menit.
Materinya : Do’a pembuka, materi tambahan yang sesuai dengan PKH.
Terdiri dari 2 tahap yaitu yaitu kegiatan klasikal kelompok dan privat, waktunya 50-60 Menit tiap pertemuan
Klasikal kelompok :
1. Terdiri 6-10 santri ( paket A. ) tiap ustadz/ah/ kelompok
2. Terdiri 6-12 santri ( paket B.) tiap ustadz/ah/ kelompok
3. Materi : Hafalan/ do’a harian, tahsinul kitabah/ Iqro’, tadarrus
Privat : Bimbingan individu/ materi iqro’/ tadarrus/ tahsinul kitabah.
Kegiatan Penutup
Waktu : 10-15 menit
Merupakan kegiatan penyegaran, bisa diisi dengan BCM
Semua kelas bisa digabung menjadi satu
Diakhiri dengan do’a penutup
Keluar kelas dengan tertib, santriwan jabat tangan dengan Ustadz ; santriwati jabat tangan dengan Ustadzah
Tetap perhatikan waktu pulang, jangan molor
Kalender Pendidikan
Penerimaan Santri baru :
Secara resmi berlangsung mulai Mei – Juni tiap tahun ajaran, tetapi bisa setiap saat untuk menyalurkan minat orangtua, yang disesuaikan dengan kemampuan unit TK-TPA, daya tampung kelas dan kesiapan Ustadz/ah.
Langkah-langkah persiapan :
1. sebarkan brosur penerimaan santri baru
2. pasang spanduk penerimaan santri baru
3. siapkan formulir pendaftaran dan perlengkapan santri: buku iqra, kartu prestasi, kartu SPP, kartu prestasi hafalan, buku Rapor, alat tulis menulis dan baju seragam santri.
4. Orangtua mengantar sendiri anaknya di hari pertama dan menyerahka langsung kepada Ustadz/ah.
KBM di bulan Romadhon.:
1. Hari efektif belajar : 15-20 hari
2. Isi kegiatan dan materi pengajaran disesuaikan dengan paket ibadah puasa, buka puasa bersama, tarwih keliling, penanganan zakat fitrah santri, kunjungan ke panti asuhan dan lain-lain.
Hari libur santri.:
1. Libur pekanan tiap hari Jum’at. ( disesuaikan)
2. Libur semester/ akhir tahun ( bersama-an dengan liburnya anak sekolah)
3. Libur awal puasa
4. Libur sekitar lebaran.
Evaluasi
Evaluasi adalah upaya yang dilakukan untuk mendapatkan data tentang perkembangan, perubahan-perubahan dan kemajuan santri.
Evaluasi dilakukan secara berkesinambungan, bersifat menyeluruh yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Alat evaluasi :
1. Tes Tertulis.
2. Tes Lisan.
3. Tes perbuatan.
TES TERTULIS
- Diperuntukkan bagi santri TPA karena sudah bisa menulis dan berbahasa .
- Tes formatif/ harian, tes semester, tes akhir/ munaqosah.
- Tahsinul kitabah, Dinul Islam, muatan lokal, adab harian
TES LISAN
Bagi santri TK maupun TPA.
- Bacaan Iqro’, tadarrus, materi hafalan, ilmu tajwid, dinul Islam.
- Harus disesuaikan dengan Program pengajaran, yang dibantu dengan data prestasi ke naikan jilid Iqro;, data prestasi tadarrus, data prestasi ilmu tajwid
Tiap santri dicek/diperdengarkan bacaan atau hafalannya, Penguji memberikan nilainya.
TES PERBUATAN
Untuk mengetahui ketrampilan santri
Praktik wudhu, sholat, menulis, menggambar atau ketrampilan lainnya ( sesuai materi yang ditetapkan).
Pelaksanaan Evaluasi :
Tiap pekan = cek hafalan
Tiap akhir semester = Ujian semester, dilaksanakan setelah ujian di sekolah selesai.
Ujian Munaqosah = ujian akhir, bagi santri yg telah selesaikan program. Baginya diberikan ijazah/ sertifikat dalam acara Wisuda/Kenaikan Tingkat
Hasil evaluasi
Hasil evaluasi ditulis dalam buku Raport Santri.
Raport dibagikan kepada santri dalam acara tertentu ( seperti POS) yang dihadiri orangtua. Santri yang berprestasi akan diberikan hadiah dari TK-TPA atau dimintakan orangtua.
DIRASAH ORANG DEWASA
( DIROSA )
Panduan belajar membaca Al Qur’an bagi remaja dan orangtua
Merupakan perpaduan antara pengajaran Al Qur’an dan pengajaran dasar-dasar ilmu keislaman
URGENSI PENGAJARAN
Al Qur’an adalah kitab suci, pedoman dan tuntunan, menjadi ibadah bagi Pembacanya
Dakwah Al Qur’an adalah dakwah yang utama, menjadi pondasi bagi dakwah selanjutnya
Dakwah Al Qur’an diterima oleh semua lapisan masyarakat.
Banyak kaum Muslimin tidak mampu membaca Al Qur’an ( anak-anak sampai orangtua ) sehingga malu untuk ibadah, malu ke masjid, malu sholat dan lain-lain. Menjadi penghalang utama ibadah.
JADI ….. !
Jangan puas dengan hanya TK-TPA saja
Mulailah lirik para orangtua santri, karena mereka masih banyak yang buta huruf Al Qur’an
Begitu pula para kakak santri
Terakhir : Kami titipkan Ummat ini kepada Anda Semua para Ustadz/ Ustadzah
Anda adalah pejuang, yang selalu siap mengorbankan ; tenaga, fikiran, waktu bahkan harta
Yang siap menerima setiap resiko perjuangan
Anda harus sabar, ulet, telaten, kreatif, dan pantang menyerah
Bergembiralah Anda, Alloh swt menyiapkan nikmat yang banyak di dunia dan di akherat berupa surga yang luasnya seluas langit dan bumi
Label: Kurikulum TKA-TPA
Ary Ginanjar mengakui ada kekliruan pada ESQ-nya
Ary Ginanjar akhirnya mengakui telah terjerumus melakukan beberapa kekliruan dalam memahami nash-nash al-Qur'an dan As-Sunnah. Baca selengkapnya ....