Materi B3 : Bermain Bercerita dan Bernasyid

METODE PENGAJARAN B3 (BERMAIN, BERCERITA DAN BERNASYID)
DI TKA-TPA
Oleh : Dra. Sunarsih
(Praktisi TKA-TPA dan Penulis Buku-buku TKA-TPA)

A. Gambaran Umum tentang B3.
1. Latar Belakang B3.
- Munculnya gerakan TK-TPA pertama kali di AMM Yogyakarta. Kemudian gerakan ini menyebar ke seluruh pelosok Indonesia.
- Konsep dasar TK-TPA.
Taman : sesuatu yang indah, rapi, bersih, nyaman, dan menyenangkan. Determinasi pendidikan : Dasar, tujuan, pengajaran, administrasi, alat/ fasilitas.
2. B3 sangat dominan di TK-TPA, untuk memaksimalkan pencapaian tujuan kurikulum. Motto : Membentuk generasi Qur’ani menyongsong masa depan Gemilang.
3. Kapan B3 diterapkan ?
- saat privat atau klasikal.
- di ruangan atau di alam terbuka.
- untuk santri anak-anak atau santri dewasa.

B. Fungsi B3 secara umum.
1. Menarik perhatian santri.
2. meresapkan makna pelajaran
3. Membantu menghafal pelajaran dan bersosialisasi.
4. Membangkitkan emosi dan perasaan.
5. Mendorong pelaksanaan.
6. Memperkokoh ingatan.
7. Alat evaluasi.
8. Melatih berbahasa, ketrampilan dan kecakapan.
9. Menciptakan suasana yang agamis.
10. Menggiring kepada sikap taqwa ( patuh pada peraturan ).

C. Syarat B3 yang sesuai di TK-TPA.
1. Sesuai dengan kesenangan anak.
2. Sesuai dengan kebutuhan belajar.
3. Melibatkan beberapa / semua santri.
4. Berisi nilsi-nilsi kreatifitas dan kecerdasan berfikir.
5. Berisi nilai-nilai Islami ( Al Qur'an, As-Sunnah, buku-buku dan kisah-kisah ).




D. Bermain.
1. Bermain artinya melakukan sesuatu kegiatan untuk bersenang-senang.
2. Bermain termasuk kegiatan rekreasi yang berarti mencipta kembali kesegaran jasmani dan rohani, dari rasa letih; sebagai akibat aktifitas rutin.
3. Syarat-syarat permainan yang baik :
- Mudah dibongkar pasang.
- Dapat mengembang daya fantasi.
- Tidak berbahaya bagi fisik dan jiwa santri.
- Bersifat mendidik dan Islamy.
E. Bercerita
1. Cerita adalah bentangan tuturan yang menggambarkan bagaimana terrjadinya suatu hal, peristiwa dan lain-lain. Sedangkan menurut Al Qur'an sama dengan kisah-kisah ( QS. Al Qoshosh : 28 ).
2. Cara menyusun cerita yang baik.
a. pilih dan kuasai materi
b. Siapkan sumber-sumber yang ada
c. Libatkan tokoh-tokohnya
d. Susun intonasi yang sesuai dengan tokoh.
e. Susun secara sistematis: pembukaan, perkembangan, klimak dan penyelesaian.
3. Bentuk- bentuk cerita, ada 3 yaitu :
a. Cerita biasa ( tanpa alat )
b. Cerita slide
c. Cerita bergambar.
F. Bernasyid
1. Nasyid berasal dari kata النسيدة yang artinya nyanyian., lagu atau tarik suara. Nasyid adalah suatu bentuk ungkapan pikiran atau perasaan melalui nada kata, berwawasan cita rasa keindahan dan estetika.

2. Cara mengajarkan nasyid.
a. pilihkan lagu yang cocok dengan pokok bahasan ( kurikulum dan situasi kondisi ).
b. Guru menyajikan lagu minimal tiga kali, baris ke baris kemudian ke bait.
c. Guru bersama-sama menyanyikan lagu tersebut berulang-ulang.
d. Santri dibagi beberapa kelompok dan setiap kelompok menyanyikan lagu secara bergiliran.
e. Lagu tersebut dinyanyikan oleh kelompok yang lebih kecil.
f. Pilihlah beberapa santri untuk menyanyikan lagu satu per satu.
g. Menyanyikan lagu secara bersama-sama.

3. Contoh-contoh B3.
a. bermain tutup mata.
b. Rukun Islam – rukun Iman.
c. Tepuk Islam.
d. Nama-nama surah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Kelas VIII: Teorema Pythagoras

Teorema Pythagoras

Pengikut